Ilmu sosial dalam Olahraga
1.
Olahraga
dan budaya
v
Olahraga adalah segala aktifitas fisik yang
sistematis yang mendorong manusia untuk mendorong,membina dan mengembangkanpotensi
jasmani,rohani,dan sosial.olahraga juga sebagai alat pemersatu bangsa dan mampu
mendorong manusia untuk lebih bersikap positif
v Menurut pandangan sosiologis, olahraga
ialah suatu interaksi antara individu dalam situasi rasional diantara rentangan
bekerjadan bermain.
v
Budaya
adalah
Transformasi Olahraga tradisional bertujuan
untuk mengawali restorasi budayaIndonesia sehingga perlahan memperkokoh jati
diri bangsa
2.
Olahraga dan Politik
v
Pada
masa akhir kolonial , olahraga dijadikan alat membina nasionalaisme
v Zaman perang kemerdekaan, dipergunakan untuk
membina patriotisme.
v
Pada
awal orde baru, olahraga berefungsi sebagai pembinaan integrasi bangsa.
Erian M Petrie (1975)
Olahraga dapat dimanfaatkan tokoh politik
untuk membina kesadaran politik penonton. Hal ini dikarenakan karakteristik olahraga
adalah mampu melarutkan diri dalam kelompok.
Menurut PETER MC INTOSH (1963)
keterhubungan bisa menjadi buruk dengan dua
cara :
v
Karena
terlalu banyak berinteraksi
v
Karena
terlalu merendahkan dan menurunkan nilai salah satunya.
3.
Olahraga dan kekerasan
v
Olahraga
adalah segala aktifitas fisik yang sistematis yang mendorong manusia untuk
mendorong,membina dan mengembangkanpotensi jasmani,rohani,dan sosial.olahraga
juga sebagai alat pemersatu bangsa dan mampu mendorong manusia untuk lebih
bersikap positif.
v
Sedangkan
kekerasan sebenarnya adalah suatu bentuk tingkah laku yang di tunjukan
untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.
v
Pada
dasarnya suatu bentuk kekerasan di bedakan menjadi dua yaitu kekerasan
instrumental aggression dan hostile aggression
1.Instrumental aggression
Tingkah laku kekerasan ini adalah suatu bentuk tingkah laku kekerasan yang
bersifat positif,dengan tujuan untuk memperoleh suatu kemenangan dan sesuai
dengan aturan yang di tetapkan pada suatu pertandingan,contoh dari kekerasan
ini seperti menendang pada cabang pencak silat atau memukul pada olahrag tinju
2. Hostile aggression
Tingkah lekerasan ini adalah kekerasan yang bersifat negatif,dan kekerasan
yang menyakiti orang lain dan tidak sesuai dengan aturan permainan.
Kekerasan inisangat bertentangan dengan azaz fair play yang selalu di usung
dalam suatu permainan contoh dalam jenis ini adalah memukul wasit,menciderai
lawan serta melakukan tindakan rasisme
C. Beberapa Teori Kekerasan
Dari berbagai tingkah laku kekerasan terdapat sejumlah teori yang dapat
digunakan untuk menjelaskan suatu tingkah laku kekerasan,tetapi tidak semua
masalah dapat dijelaskan melalui teori,dari bermacam teori,teori yang biasa di
gunakan yaitu teori instink (instinct theory),teori belajar sosial (social
learning theory),teori frustasi-agresi(Dollard,dkk),teori
konflik-realistik(sheriff),dan teori identitas sosial(Tajfel)
1.Teori instink(instinct theory)
Teori ini adalah suatu teori yang menganggap bahwa kekerasan adalah suatu
bentuk dari naluri manusia yang memerlukan suatu penyaluran,salah satu
penyaluran menusia adalah olah raga,penyaluran ini merupakan salah satu bentuk
penyaluran yang bersikap positif namun biasanya manusia lebih cenderung
menyalurkan kepada hal-hal yang bersifat negative seperti tawuran,berkelahi
ataupun menganiaya dengan tujuan untuk memuaskan diri.
2.Teori belajar sosial(social
learning theory)
Teori ini
menyatakan bahwa seseorang melakukan suatu kekerasan karena meniru perilaku
seseorang,ataupun sesuai dengan didikan seseorang ,maka apablia seseorang
melakukan suatu tindakan kepada orang lain atau pada dirinya maka orang itu
juga akan meniru kepada seseorang juga. Kekerasan ini biasanya disebabkan oleh
bebeapa factor,diantaranya adalah
a. Tingkah laku si model
mendapat konsekuensi positif
b. Tingkahlaku kekerasan si
model yang seharusnya di hukum tidak dihuku
c. Tingkahlaku si model
mendapat pembenaran secara sosial sebaliknya bila tingkahlaku kekerasan si
model mendapat punishment(penolakan)maka individu tidak akanmeniru tingkah laku
tersebut
3. Teori Frustasi-Agesi (Dollard,dkk)
Maksudnya adalah
suatu kekerasan terjadi karena orang tersebut tidak dapat mencapai tujuan yang
diinginkan,atau suatu bentuk dari sikap frustasi seseorang, frustasi bisa
dikarenakankarena suatu kekalahan di dalam suatu pertandingan,merasa di
curangi dan merasa di perlakukan tidak fair
4. Teori Konflik- Realistik (sheriff)
Perilaku ini di sebabkan karena perebutan suatu sumber yang terbatas seperti
ekonomi,kekuasaan,uang,yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang bersifat
menang dan kalah(win-lose orientation). Kekerasan ini biasanya terjadi karena
satu sama lain memiliki presepsi yang negative dan kemudian menjadi
prasangka.konfik ini biasanya bukan hanya dilakukan bukan hanya perorangan
tetapi juga oleh para pendukung. Menurut Schwartz(1994) terdapat 56 nilai
motivasi yang dapat menggerakan perilaku manusia,ke 56 perilaku tersebut di
kelompokan ke dalam sepuluh kategoriyang berpola dua dimensi yang saling
bertentangan. Aplikasi teori ini dalam konteks olahraga tidak begitu
Nampak,kecuali pada kasus dimana olahraga di jadikan alat untuk merih kekuasaan
atau sumber pendapatan
5. Teori Identitas sosial(Tajfel)
Teori ini pertama kali di kemukakan oleh henry tajfel(1982) teori ini
mencangkup tentang prasangka,diskriminasi konflik antar kelompok,dan perubahan
sosial. Prasangka merupakan suatu evaluasi negative kepada kelompok atau orang
lain yang berbeda,di dalam teori ini juga mengatakan bahwa konflik antar
kelompokdi sebabkan karena adanya kebanggaan atas identitas kelompokyang
berlebihan. Menurut tajfel(1982)hal yang biasa di lakukan individu dalam
menentukan identitas sosialnya yaitu kategorisasiidentifiasai dan
komparasi. Dalam kategorisasi bias any individu menggolong golongkan seseorang
yang mempunyai karakteristik yang sama ke dalam kelompok tertentu,atau pun
mengidentifikasikan dirinya ke dalam kelompok yang telah di imajinasikan sendiri
dan merasa dirinya atau kelompok mereka lebih baik dari orang lain atau
kelompok lain.konflik biasanya terjadi karena hal-hal positif dari dorang lain
atau kelompok lain di anggap sebagai ancaman,sehingga perlu untuk
disaingi,berusaha memiliki,atau bahkan harus di musnahkan.proses seperti ini di
sebut dengan stereotype yaitu menggenerelisasikan yang dilakukan hanya
berdasarkan keanggotaan dalam kategori kelompok tertentu.
v
Hal
yang menjadi sumber munculnya stereotype,yaitu
1. Perbedaan sosial.
Dalam konteks ini stereotipe merupakan
rasionalisasi,yaitu pembenaran dengan menggunakan akal sehat dari perbedaan
status tersebut
2 . Identitas sosial
Individu akan melakukan kategorisasi
identifikasi dan komparasi dimana hal tersebut di bagi menjadi dua hal yaitu
ingroup dan outgroup
3. Konformitas
Perubahan individu karenaadanya keinginan
unntukmengikuti keyakinan dan standar orang lain
4. Illusory correlation
·
Atribusi(label)
D. Cara Mencegah Tingkah laku Kekerasan
1. - Pelatih,wasit,dan
official lainnya jangan pernah mentoleransi tindakan kekerasan
2. - Perlu
penerapan atuaran secara konsisten di setiap tingkatan baik pada individu
maupun institusi.
3. - Sesegera
mungkin menghukum siapa saja yang melakukan kekerasan.
4. - Atlet yang
melakukan kekerasan segera di isolasi atau di keluarkan dari pertandingn
5. - Mereka yang
mempunyai potensi untuk melakukan kekerasan di arahkan ke hal yang bersifat
positif, seperti ke olahraga tinju silat ataupun karate
6. - Etika fair
play perlu di ajarkan kepada pemain yang terlinat dalam olahraga
7. - Media massa
perlu informasi yang seimbang dan aktual
4.
Olahraga dan IPTEK
Dengan memperhatikan perkembangan dan
kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak
diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan
sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada.
Dalam perkembangan Iptek selanjutnya,
teknologi yang ada membuat aktivitas olah raga tidak lagi menjadi kegiatan
berat. Berbagai alat bantu, mulai dari baju yang menyerap keringat, hingga
sepatu yang ringan digunakan, siap menjadi "senjata-senjata"
pendukung.
Pencapaian rekor di suatu cabang, misalnya.
Hal ini idak semata lahir dari kekuatan manusia saja. Teknologi yang lebih
menentukan penambahan prestasi dari atlet yang menggunakan teknologi itu.
Kini teknologi sudah menjadi bagian dari
olahraga. Seorang atlet tampil perkasa di ajang dunia, tak hanya karena dia
memiliki kemampuan. Juga karena ditunjang dengan faktor yang lain, seperti
teknologi, dan mengetahui kekuatan lawan. Kompetisi olahraga modern layaknya
seperti medan perang.
Sebagai contoh kita ambil baju renang
Speedo LZR Racer. Speedo LZR Racer yang dirancang NASA badan antariksa AS. Di
arena renang, body suit tersebut menjadikan pembalap mampu meningkatkan
kecepatan bergeraknya untuk meraih waktu terbaik, karena meminimalkan hambatan
(drag) yang terjadi di dalam air. Saat tim renang AS melakukan uji coba
menjelang Olimpiade dengan menggunakan pakaian renang tersebut, dua perenang
andalan mereka, Michael Phelps dan Katie Hoff mampu mencetak rekor baru dunia,
masing-masing pada nomor 400 m gaya ganti perorangan putra dan putri.
Selain itu juga masih ada lagi, contohnya
sepatu sepak bola yang di gunakan oleh Cristiano Ronaldo. Produk Nike
meluncurkan sepatu khusus berteknologi tinggi untuk C. Ronaldo, agar dapat
mempercepat saat lari di lapangan rumput, karena sepatu ini memiliki system
pegas di gigi sol bawah sepatu. Selain itu juga sepatu ini cocok mengontrol
bola untuk kaki cepat. Sepatu sepak bola ini dirancang dengan baik. Sepatu ini
terbuat dari bahan karbon komposit. Tidak seperti dahulu, sepatu sepak bola
hanya di disain bergigi agar tidak licin di lapangan berumput. Sepatu sepak
bola dahulu tidak begitu mementingkan ke-efektifitasannya. Tidak hanya
peralatan yang di pakai seseorang untuk melengkapi saat ber-olahraga, seperti
hal-nya di dunia balap F1, setiap tim berlomba-lomba teknologi aerodinamik. Hal
ini sangat berpengaruh ketimbang mesinya itu sendiri. Pada zaman dahulu, memang
benar orang berlomba kecepatan dengan kekuatan mesin. Tetapi pada zaman
sekarang tak hanya kekuatan mesin saja, melainkan sayap-sayap di mobil ini
sangat perlu.
Dalam dunia sepak bola pun juga telah disisipkan
penggunaan Bola ber-microchip, Sepatu Detektor, Techno wear, dan sebagainya.
Hal ini karena prinsip yang menjadi landasan pengaplikasian teknologi dalam
sepakbola adalah bahwa teknologi tidak akan pernah berbuat curang.
5. Olahraga dan Supporter
Supporter adalah orang yang memberikan support atau dukungan semangat kepada pemain atau olahragawan atau kelompok olahraga dalam pertandingan.
Definisi konformitas menurut Brehm dan Kassin mengatakan bahwa “kecenderungan untuk mengubah persepsi, pendapat, perilaku seseorang sehingga konsisten dalam perilaku atau norma kelompok. Setiap seseorang yang masuk kedalam suatu kelompok maupun kelompok pendukung memiliki kecenderungan untuk menyamakan presepsi, pendapat dan perilaku seseorang terhadap kelompoknya.2 “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar