Senin, 22 Januari 2018






Ilmu sosial dalam Olahraga





1.     Olahraga dan budaya



v  Olahraga adalah segala aktifitas fisik yang sistematis yang mendorong manusia untuk mendorong,membina dan mengembangkanpotensi jasmani,rohani,dan sosial.olahraga juga sebagai alat pemersatu bangsa dan mampu mendorong manusia untuk lebih bersikap positif

v  Menurut pandangan sosiologis, olahraga ialah suatu interaksi antara individu dalam situasi rasional diantara rentangan bekerjadan bermain.

v  Budaya adalah



Transformasi Olahraga tradisional bertujuan untuk mengawali restorasi budayaIndonesia sehingga perlahan memperkokoh jati diri bangsa



2.     Olahraga dan Politik



v  Pada masa akhir kolonial , olahraga dijadikan alat membina nasionalaisme

v  Zaman perang kemerdekaan, dipergunakan untuk membina patriotisme.

v  Pada awal orde baru, olahraga berefungsi sebagai pembinaan integrasi bangsa.



Erian M Petrie (1975)



Olahraga dapat dimanfaatkan tokoh politik untuk membina kesadaran politik penonton. Hal ini dikarenakan karakteristik olahraga adalah mampu melarutkan diri dalam kelompok.



Menurut PETER MC INTOSH (1963)



keterhubungan bisa menjadi buruk dengan dua cara :

v  Karena terlalu banyak berinteraksi

v  Karena terlalu merendahkan dan menurunkan nilai salah satunya.



3.     Olahraga dan kekerasan



v  Olahraga adalah segala aktifitas fisik yang sistematis yang mendorong manusia untuk mendorong,membina dan mengembangkanpotensi jasmani,rohani,dan sosial.olahraga juga sebagai alat pemersatu bangsa dan mampu mendorong manusia untuk lebih bersikap positif.

v  Sedangkan kekerasan  sebenarnya adalah suatu bentuk tingkah laku yang di tunjukan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.



v  Pada dasarnya suatu bentuk kekerasan di bedakan menjadi dua yaitu kekerasan instrumental aggression dan hostile aggression



1.Instrumental aggression

            Tingkah laku kekerasan ini adalah suatu bentuk tingkah laku kekerasan yang bersifat positif,dengan tujuan untuk memperoleh suatu kemenangan dan sesuai dengan aturan yang di tetapkan pada suatu pertandingan,contoh dari kekerasan ini seperti menendang pada cabang pencak silat atau memukul pada olahrag tinju



2. Hostile aggression

            Tingkah lekerasan ini adalah kekerasan yang bersifat negatif,dan kekerasan yang  menyakiti orang lain dan tidak sesuai dengan aturan permainan. Kekerasan inisangat bertentangan dengan azaz fair play yang selalu di usung dalam suatu permainan contoh dalam jenis ini adalah memukul wasit,menciderai lawan serta melakukan tindakan rasisme



C. Beberapa Teori Kekerasan



            Dari berbagai tingkah laku kekerasan terdapat sejumlah teori  yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu tingkah laku kekerasan,tetapi tidak semua masalah dapat dijelaskan melalui teori,dari bermacam teori,teori yang biasa di gunakan yaitu teori instink (instinct theory),teori belajar sosial (social learning theory),teori frustasi-agresi(Dollard,dkk),teori konflik-realistik(sheriff),dan teori identitas sosial(Tajfel)



1.Teori instink(instinct theory)

            Teori ini adalah suatu teori yang menganggap bahwa kekerasan adalah suatu bentuk dari naluri manusia yang memerlukan suatu penyaluran,salah satu penyaluran menusia adalah olah raga,penyaluran ini merupakan salah satu bentuk penyaluran yang bersikap positif namun biasanya manusia lebih cenderung menyalurkan kepada hal-hal yang bersifat negative seperti tawuran,berkelahi ataupun menganiaya dengan tujuan untuk memuaskan diri.



2.Teori belajar sosial(social learning  theory)

     Teori ini menyatakan bahwa seseorang  melakukan suatu kekerasan karena meniru perilaku seseorang,ataupun sesuai dengan didikan seseorang ,maka apablia seseorang melakukan suatu tindakan kepada orang lain atau pada dirinya maka orang itu juga akan meniru kepada seseorang juga. Kekerasan ini biasanya disebabkan oleh bebeapa factor,diantaranya adalah

    a. Tingkah laku si model mendapat konsekuensi positif

    b. Tingkahlaku kekerasan si model yang seharusnya di hukum tidak dihuku

   c. Tingkahlaku si model mendapat pembenaran secara sosial sebaliknya bila tingkahlaku kekerasan si model mendapat punishment(penolakan)maka individu tidak akanmeniru tingkah laku tersebut



3. Teori Frustasi-Agesi (Dollard,dkk)



       Maksudnya adalah suatu kekerasan terjadi karena orang tersebut tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan,atau suatu bentuk dari sikap frustasi seseorang, frustasi bisa dikarenakankarena suatu kekalahan di dalam suatu pertandingan,merasa  di curangi dan merasa di perlakukan tidak fair



4. Teori Konflik- Realistik (sheriff)

            Perilaku ini di sebabkan karena perebutan suatu sumber yang terbatas seperti ekonomi,kekuasaan,uang,yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang bersifat menang dan kalah(win-lose orientation). Kekerasan ini biasanya terjadi karena satu sama lain memiliki presepsi yang negative dan kemudian menjadi prasangka.konfik ini biasanya bukan hanya dilakukan bukan hanya perorangan tetapi juga oleh para pendukung. Menurut Schwartz(1994) terdapat 56 nilai motivasi yang dapat menggerakan perilaku manusia,ke 56 perilaku tersebut di kelompokan ke dalam  sepuluh kategoriyang berpola dua dimensi yang saling bertentangan. Aplikasi teori ini dalam konteks olahraga tidak begitu Nampak,kecuali pada kasus dimana olahraga di jadikan alat untuk merih kekuasaan atau sumber pendapatan



5. Teori Identitas sosial(Tajfel)

            Teori ini pertama kali di kemukakan oleh henry tajfel(1982) teori ini mencangkup tentang prasangka,diskriminasi konflik antar kelompok,dan perubahan sosial. Prasangka merupakan suatu evaluasi negative kepada kelompok atau orang lain yang berbeda,di dalam teori ini juga mengatakan bahwa konflik antar kelompokdi sebabkan karena adanya kebanggaan atas identitas kelompokyang berlebihan. Menurut tajfel(1982)hal yang biasa di lakukan individu dalam menentukan identitas sosialnya yaitu  kategorisasiidentifiasai dan komparasi. Dalam kategorisasi bias any individu menggolong golongkan seseorang yang mempunyai karakteristik yang sama ke dalam kelompok tertentu,atau pun mengidentifikasikan dirinya ke dalam kelompok yang telah di imajinasikan sendiri dan merasa dirinya atau kelompok mereka lebih baik dari orang lain atau kelompok lain.konflik biasanya terjadi karena hal-hal positif dari dorang lain atau kelompok lain di anggap sebagai ancaman,sehingga perlu untuk disaingi,berusaha memiliki,atau bahkan harus di musnahkan.proses seperti ini di sebut  dengan stereotype yaitu menggenerelisasikan yang dilakukan hanya berdasarkan keanggotaan dalam kategori kelompok tertentu.



v  Hal yang menjadi sumber munculnya stereotype,yaitu        



1. Perbedaan sosial.

Dalam konteks ini stereotipe merupakan rasionalisasi,yaitu pembenaran dengan menggunakan akal sehat dari perbedaan status tersebut



2 . Identitas sosial

Individu akan melakukan kategorisasi identifikasi dan komparasi dimana hal tersebut di bagi menjadi dua hal yaitu ingroup dan outgroup

3.  Konformitas

Perubahan individu karenaadanya keinginan unntukmengikuti keyakinan dan standar orang lain



4. Illusory correlation

·         Atribusi(label)



D. Cara Mencegah Tingkah laku Kekerasan



1.     -  Pelatih,wasit,dan official lainnya jangan pernah mentoleransi tindakan kekerasan

2.      - Perlu penerapan atuaran secara konsisten di setiap tingkatan baik pada individu maupun institusi.

3.      - Sesegera mungkin menghukum siapa saja yang melakukan kekerasan.

4.      - Atlet yang melakukan kekerasan segera di isolasi atau di keluarkan dari pertandingn

5.      - Mereka yang mempunyai potensi untuk melakukan kekerasan di arahkan ke hal yang bersifat positif, seperti ke olahraga tinju silat ataupun karate

6.      - Etika fair play perlu di ajarkan kepada pemain yang terlinat dalam olahraga

7.      - Media massa perlu informasi yang seimbang dan aktual





4.     Olahraga dan IPTEK



Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada.



Dalam perkembangan Iptek selanjutnya, teknologi yang ada membuat aktivitas olah raga tidak lagi menjadi kegiatan berat. Berbagai alat bantu, mulai dari baju yang menyerap keringat, hingga sepatu yang ringan digunakan, siap menjadi "senjata-senjata" pendukung.

Pencapaian rekor di suatu cabang, misalnya. Hal ini idak semata lahir dari kekuatan manusia saja. Teknologi yang lebih menentukan penambahan prestasi dari atlet yang menggunakan teknologi itu.

Kini teknologi sudah menjadi bagian dari olahraga. Seorang atlet tampil perkasa di ajang dunia, tak hanya karena dia memiliki kemampuan. Juga karena ditunjang dengan faktor yang lain, seperti teknologi, dan mengetahui kekuatan lawan. Kompetisi olahraga modern layaknya seperti medan perang.

Sebagai contoh kita ambil baju renang Speedo LZR Racer. Speedo LZR Racer yang dirancang NASA badan antariksa AS. Di arena renang, body suit tersebut menjadikan pembalap mampu meningkatkan kecepatan bergeraknya untuk meraih waktu terbaik, karena meminimalkan hambatan (drag) yang terjadi di dalam air. Saat tim renang AS melakukan uji coba menjelang Olimpiade dengan menggunakan pakaian renang tersebut, dua perenang andalan mereka, Michael Phelps dan Katie Hoff mampu mencetak rekor baru dunia, masing-masing pada nomor 400 m gaya ganti perorangan putra dan putri.

Selain itu juga masih ada lagi, contohnya sepatu sepak bola yang di gunakan oleh Cristiano Ronaldo. Produk Nike meluncurkan sepatu khusus berteknologi tinggi untuk C. Ronaldo, agar dapat mempercepat saat lari di lapangan rumput, karena sepatu ini memiliki system pegas di gigi sol bawah sepatu. Selain itu juga sepatu ini cocok mengontrol bola untuk kaki cepat. Sepatu sepak bola ini dirancang dengan baik. Sepatu ini terbuat dari bahan karbon komposit. Tidak seperti dahulu, sepatu sepak bola hanya di disain bergigi agar tidak licin di lapangan berumput. Sepatu sepak bola dahulu tidak begitu mementingkan ke-efektifitasannya. Tidak hanya peralatan yang di pakai seseorang untuk melengkapi saat ber-olahraga, seperti hal-nya di dunia balap F1, setiap tim berlomba-lomba teknologi aerodinamik. Hal ini sangat berpengaruh ketimbang mesinya itu sendiri. Pada zaman dahulu, memang benar orang berlomba kecepatan dengan kekuatan mesin. Tetapi pada zaman sekarang tak hanya kekuatan mesin saja, melainkan sayap-sayap di mobil ini sangat perlu.

Dalam dunia sepak bola pun juga telah disisipkan penggunaan Bola ber-microchip, Sepatu Detektor, Techno wear, dan sebagainya. Hal ini karena prinsip yang menjadi landasan pengaplikasian teknologi dalam sepakbola adalah bahwa teknologi tidak akan pernah berbuat curang.



5.      Olahraga dan Supporter

Supporter adalah orang yang memberikan support atau dukungan semangat kepada pemain atau olahragawan atau kelompok olahraga dalam pertandingan.

Definisi konformitas menurut Brehm dan Kassin mengatakan bahwa kecenderungan untuk mengubah persepsi, pendapat, perilaku seseorang sehingga konsisten dalam perilaku atau norma kelompok. Setiap seseorang yang masuk kedalam suatu kelompok maupun kelompok pendukung  memiliki kecenderungan untuk menyamakan presepsi, pendapat dan perilaku seseorang terhadap kelompoknya.2